MENGURANGI LOSS TIME UNTUK MENINGKATKAN OUTPUT PRODUK EVACOND AREA BUSINESS UNIT AIR CONDITIONER PT. ABC

Nensi Yuselin

Abstract


PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang elektronik. Salah satu produk yang dihasilkan adalah AC (Air Conditioner) yang merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengatur atau mengkondisikan kualitas udara yang meliputi sirkulasi udara, mengatur kelembaban udara, mengatur kebersihan udara dan untuk memurnikan udara. Salah satu business unit yaitu Business Unit Air Conditioner memproduksi AC berupa indoor unit dan outdoor unit. Pada proses produksinya dibagi menjadi 5 area antara lain press shop (M1), evacond area (M2), assembly CU line, assembly CS line, dan assembly CB line. Evacond Area (M2) adalah area manufaktur untuk memproduksi evaporator dan kondensor, salah satu station kerja di evacond area adalah fin press. Pada mesin fin press belum tercapainya target produksi, dimana target produksi sebesar 243.375 unit sedangkan aktualnya hanya mencapai 193.855 unit. Hal tersebut disebabkan oleh loss time yang terjadi di mesin fin press sebesar 34.061 menit dengan loss time terbesarnya adalah breakdown loss sebesar 10.056 menit. Akar permasalahan breakdown loss yang besar adalah belum melaksanakan metode preventive maintenance sesuai jadwal, dikarenakan mesin harus selalu on untuk mengejar target produksi. Maka dari itu, penulis membuat jadwal khusus untuk menerapkan metode preventive maintenance untuk mesin fin press, dikarenakan permintaan produksi yang tinggi maka pelaksanaan preventive maintenance dilaksanakan pada hari libur sehingga tidak akan mengganggu produksi yang sedang mengejar target. Dengan pelaksanaan preventive maintenance sesuai jadwal dapat mengurangi waktu sebesar 31.228 menit dan diharapkan produksi mencapai 243.375 unit

Full Text:

PDF

References


. Suzaki, Kiyoshi. .1987. Tantangan Industri Manufaktur : Penerapan Perbaikan Berkesinambungan, Penerbit PQM, Jakarta.

. Nakajima, S. 1988. Introduction to Total Productive Maintenance. Cambridge, MA : Productivity Press.

. Lindley R. Higgis & R. Keith Mobley. (2002). Maintenance Engginering Handbook, Sixth Edition, McGraw-Hill.

. Lerman, S. E., Eskin, E., Flower, D. J., George, E. C., Gerson, B., Hartenbaum, N., . . . Moore- Ede, M. (2012). Fatigue risk management in the workplace. Journal of Occupational and Environmental Medicine.

. Coccia, M. (2017). The Fishbone diagram to identify, systematize and analyze the sources of general purpose technologies. Journal of Social and Administrative Sciences.

. Kevin Leonardo Takaria & Prayonne Adidi, (2019) Analisa Loss Time untuk Meningkatkan Produktivitas pada PT. PMI, jurnal Jurnal Titra, Vol. 7, No. 2, Juli 2019, pp. 327–334.

. Tifani, R. M., Sugiyono, A., & Fatmawati, W. (2020). ANALISA EFEKTIFITAS MESIN AIR JET LOOM (AJL) GUNA MENGURANGI BREAKDOWN DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENEES (OEE) dan SIX BIG LOSESS DI PT.PRIMATEXCO INDONESIA

. Hartono & Fatkhurozi (2021), Penerapan Kaizen Untuk Mengurangi Loss Time Dalam Peningkatan Produktivitas Mesin Infrared Welding (Studi Kasus PT. Mitsuba Indonesia), Journal Industrial Manufacturing Vol. 6, No. 1, Februari 2021, pp. 01-18 P-ISSN: 2502-4582, EISSN: 2580-3794.

. Anrinda, Maybella dkk (2021) ANALISIS PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA MESIN OFFSET CD6 DI INDUSTRI OFFSET PRINTING, Prosiding Seminar Nasional Riset dan Teknologi Terapan (RITEKTRA) 2021 Menuju Society 5.0: Teknologi Cerdas yang Berpusat pada Manusia Bandung




DOI: http://dx.doi.org/10.52453/t.v12i2.365

Copyright (c) 2021 Technologic